DepthFeed/Both venues·Kualitas data

Kedalaman Order Book vs Last Price: Mengapa Sebagian Besar Backtest Prediction Market Menipu

Last price hanyalah satu angka. Order book adalah likuiditas yang menopang angka itu. Backtest yang dibangun di atas angka pertama diam-diam menggelembungkan setiap hasil.

DepthFeed··6 min

Last price adalah harga transaksi terakhir; kedalaman order book adalah setiap bid dan ask yang menunggu beserta ukurannya, di kedua sisi. Backtest yang dibangun dari data last-price mengasumsikan Anda terisi (fill) di harga itu tanpa slippage — padahal fill nyata harus menyusuri order book, membayar spread dan menyerap ukuran di level yang makin buruk secara bertahap. Selisih itulah alasan backtest yang buta-kedalaman secara sistematis melebih-lebihkan edge.

Apa yang sebenarnya diberitahukan masing-masing

PertanyaanLast priceKedalaman order book
Apa transaksi paling baru?YaYa (top of book ± transaksi)
Berapa spread saat ini?TidakYa
Berapa ukuran yang bisa saya isi di touch?TidakYa
Slippage apa yang akan dibayar order yang lebih besar?TidakYa
Apakah resting order saya akan terisi?TidakYa (dengan pemodelan antrean)

Bagaimana backtest buta-kedalaman menggelembungkan return

Misalkan sebuah pasar menampilkan last price 0.50. Backtest berbasis last-price mengisi pembelian Anda di 0.50 dan penjualan Anda di 0.50. Kenyataannya order book mungkin 0.48 bid / 0.52 ask — jadi pembelian yang marketable membayar 0.52 dan penjualan yang marketable menerima 0.48. Spread bolak-balik empat sen itu, pada kontrak yang membayar maksimal 1.00, sangat besar, dan ia berlipat di setiap transaksi dalam backtest.

Tambahkan slippage pada order yang lebih besar, yang melewati touch masuk ke level yang lebih tipis, dan gambarannya makin memburuk. Tak satu pun dari ini terlihat tanpa order book, sehingga backtest yang buta-kedalaman melaporkan edge yang menguap begitu ia bertransaksi dengan ukuran nyata.

Cerita yang sama di Polymarket dan Kalshi

Di Polymarket, CLOB membawa order book bid/ask per outcome; spread dan ukuran yang menunggu persis itulah yang dibayar dan diserap oleh order yang marketable. Di Kalshi, kontrak biner punya order book yes/no hingga 100 levels per sisi; logika spread-dan-slippage yang sama berlaku, dan spread cenderung melebar menjelang settlement.

Bagaimanapun juga, disiplinnya identik: backtest terhadap order book yang terekam, kedua sisi, setiap level — bukan sekadar last print. DepthFeed menyajikan kedalaman penuh itu untuk kedua venue dalam satu schema, sehingga kode backtest yang sama bisa membaca pasar mana pun.

Key takeaways

  • 01Last price menyembunyikan spread, ukuran yang menunggu, dan slippage dari order nyata.
  • 02Order yang marketable menyusuri order book dan terisi lebih buruk daripada touch; order book adalah satu-satunya cara untuk melihatnya.
  • 03Backtest yang buta-kedalaman melebih-lebihkan edge dan kesalahannya berlipat di seluruh transaksi.
  • 04Logika yang sama berlaku untuk CLOB Polymarket maupun order book yes/no Kalshi.

Last price hanyalah satu angka. Order book adalah likuiditas yang menopang angka itu. Backtest yang dibangun di atas angka pertama diam-diam menggelembungkan setiap hasil.

Mulai gratis

Pertanyaan, terjawab.

Untuk charting dan pelacakan probabilitas secara kasar, ya. Untuk membacktest fill, tidak: last price tidak bisa memberi tahu spread, ukuran yang tersedia, atau slippage yang akan dibayar order nyata, sehingga estimasi P&L apa pun yang dibangun di atasnya bersifat optimistis dengan margin yang tidak diketahui dan sering kali besar.